Penerapan Perilaku Ramah Lingkungan Hidup di SMP Negeri 13 Pekalongan

Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH)

 

  1. Pengelolaan Sampah

Pengolahan sampah merupakan bagian penting dalam penanganan sampah untuk merubah sampah menjadi bentuk yang lebih stabil dan tidak mencemari lingkungan serta mengurangi jumlah sampah yang harus ditimbun di TPA (Tempat Pemrosesan Akhir). Pengolahan sampah yang baik dan benar membutuhkan kegigihan dan kesabaran dalam melakukannya, sehingga terciptalah berbagai energi yang dapat digunakan kembali dari sampah tersebut.

 

Sampah dipisahkan dalam berbagai macam, terdiri dari sampah plastik, sampah kaca, sampah kertas, dan sampah organik.

 

 

Kegiatan penanganan sampah meliputi : pemilahan sampah sesuai jenis, jumlah, dan/atau sifatnya; pengumpulan sampah ke tempat pengolahan residu; pengangkutan sampah dari tempat pengolahan residu ke TPA; pengolahan sampah dalam bentuk mengubah karakteristik, komposisi, dan jumlah sampah; dan pemrosesan akhir dalam bentuk pengembalian sampah dan/atau residu hasil pengolahan sebelumnya ke media lingkungan secara aman.

 

Semua warga sekolah berperan penting  dalam kegiatan pengelolaan sampah ini, mulai dari siswa, guru, staf dan karyawan, petugas kebersihan, hingga wali  murid. Siswa dihimbau untuk memisahkan sampah organic dan anorganik ketika mereka melakukan kebersihan kelas sebelum kegiatan pembelajaran,  memisahkan sampah kertas untuk dikumpulkan di bank sampah hingga disetorkan kepada bank sampah, dan membuat berbagai macam kerajinan daur ulang yang bermanfaat seperti ecobrick.

  1. Kebersihan

Kebersihan lingkungan sekolah akan memengaruhi kesehatan kita. Tak hanya itu, sekolah yang bersih juga dapat menaikkan nilai akademis dan semangat belajar Siswa. Menjaga kebersihan lingkungan rumah, sekolah, dan alam sekitar adalah salah satu tanggung jawab terhadap lingkungan. Sangat penting untuk menjaga kebersihan sekolah agar siswa tetap aman dan nyaman selama berada di lingkungan sekolah.

Lingkungan sekolah yang bersih akan membuat anak-anak belajar dengan nyaman dan pada akhirnya berdampak positif pada siswa. Menjaga kebersihan sekolah merupakan tanggung jawab bersama. Bukan hanya petugas kebersihan sekolah, kebersihan lingkungan sekolah menjadi tanggung jawab guru maupun seluruh siswa.Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, banyak penelitian yang menunjukkan bahwa lingkungan sekolah yang positif akan membuat angka kehadiran, nilai ulangan, dan tingkat kelulusan di sekolah tersebut tinggi.Menjaga kebersihan lingkungan sekolah juga dapat membantu memastikan anak tidak tertular penyakit. Oleh sebab itu, anak harus dididik untuk menjaga kebersihan diri maupun lingkungan sekolah agar kondisi fisik dan mentalnya tetap terjaga dengan baik.

 

  1. Konservasi Energi

 

Konservasi energi atau penghematan energi merupakan tindakan untuk mengurangi jumlah penggunaan energi baru, terbarukan dan tak terbarukan demi keberlangsungan kehidupan manusia  dan lingkungan sekitarnya. Dengan menghemat energi, kita telah mengambil peran dalam mengurangi dampak perubahan iklim di bumi.

 

 

 

Berikut adalah langkah – langkah konservasi energi yang bisa dilakukan di lingkungan sekolah kita :

  1. Mematikan AC / kipas angin kelas bila tidak dipakai
  2. Memanfaatkan sinar matahari dalam mencahayaan kelas
  3. Mematikan TV saat ruangan sudah tidak dipakai
  4. Mematikan lampu kamar mandi setelah dipakai.
  5. Mematikan kran kamar mandi bila tidak digunakan
  6. Berangkat sekolah naik sepeda untuk menghemat BBM

 

 

Penghematan energi adalah unsur yang penting dari sebuah kebijakan energi. Penghematan energi menurunkan konsumsi energi dan permintaan energi per kapita, sehingga dapat menutup meningkatnya kebutuhan energi akibat pertumbuhan populasi. Hal ini mengurangi naiknya biaya energi, dan dapat mengurangi kebutuhan pembangkit energi atau impor energi. Berkurangnya permintaan energi dapat memberikan fleksibilitas dalam memilih metode produksi energi.

Selain itu, dengan mengurangi emisi, penghematan energi merupakan bagian penting dari mencegah atau mengurangi perubahan iklim. Penghematan energi juga memudahkan digantinya sumber-sumber tak dapat diperbaharui dengan sumber-sumber yang dapat diperbaharui. Penghematan energi sering merupakan cara paling ekonomis dalam menghadapi kekurangan energi, dan merupakan cara yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan meningkatkan produksi energi.

 

  1. Konservasi Air

 

 

Konservasi sumber daya air adalah upaya memelihara keberadaan serta keberlanjutan keadaan, sifat, dan fungsi sumber daya air agar senantiasa tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai untuk kebutuhan makhluk hidup, baik pada waktu sekarang maupun yang akan datang. Konservasi sumber daya air ini tidak hanya sebatas air yang ada di permukaan tanah saja, tetapi juga yang ada di bawah permukaan tanah. Pengelolaan sumber daya air yang pemanfaatannya dilakukan secara bijak perlu dilakukan untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya.

 

Berikut cara sederhana mengkonservasi air di sekolah yang bisa kita lakukan :

Konservasi air dimulai dari diri sendiri

Hal pertama yang bisa kalian lakukan adalah dimulai dari diri sendiri, yaitu dengan menggunakan air dengan hemat, tidak berlebihan. mencuci tangan dengan air secukupnya, mematikan kran jika sudah tidak digunakan, lebih peduli dengan penggunaan air.

Menanam tumbuhan dilingkungan sekolah

Semakin banyak tanaman di lingkungan sekolah, tidak hanya membuat lingkungan menjadi lebih sejuk, tetapi juga bisa membantu tanah menyerap air dan mengurangi limpasan.

 

Demikian tadi hal-hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk mengonservasi air di lingkungan sekolah. Pastinya perlu pembiasaan dari diri sendiri, tapi percayalah apa yang kita mulai dengan baik sekarang akan membantu sekali untuk generasi kedepan.

Menampung air wudhu untuk menyiram tanaman

Ketika kita melakukan wudhu, akan ada percikan air dalam jumlah yang lumayan banyak untuk ditampung, sisa air wudhu itulah yang kita bisa manfaatkan untuk menyiram tanaman, sehingga kita tidak perlu lagi mengambil dari keran air.

Membawa bekal air minum dari rumah

Setidaknya, dengan membawa air minum sendiri dari rumah kita sudah mengurangi penambahan limbah plastik  air kemasan. Membawa sendiri bekal air minum dari rumah juga menghemat secara finansial.

 

  1. Inovasi PRLH (Perilaku Ramah Lingkungan Hidup)

 

 

Daur ulang sampah adalah kegiatan mengolah sampah untuk dijadikan produk baru. Sampah plastik seperti gelas minuman kemasan dapat dikreasikan menjadi berbagai macam kerajinan, diantaranya dibuat vas bunga, tas belanja, tempat kue dan tempat air kemasan. Sampah bekas seperti kertas-kertas, Koran, dapat dibuat menjadi majalah dinding di dalam kelas.

Manfaat yang diperoleh dari daur ulang sampah yaitu mengurangi jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), mengurangi dampak lingkungan yang terjadi akibat pembuangan sampah ke lingkungan, dan juga dapat menambah penghasilan masyarakat melalui penjualan produk daur ulang. Melakukan daur ulang berarti telah berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan. Mendaur ulang sampah juga berarti penghematan sumber daya alam dan energi. Sampah dibuang ke lingkungan akan menimbulkan pencemaran.

 

 

  1. Penanaman Pohon

 

 

Menanamkan rasa cinta kepada lingkungan bisa dimulai dari hal yang kecil, salah satunya dengan menanam pohon. Dengan menanam pohon maka udara yang dihirup tetap bersih, ketersediaan air tanah tetap terjaga dan pohon dapat menjaga kita dari bencana banjir dan longsor. Maka dari itu sangat penting mengajarkan cinta lingkungan sejak dini.

Kegiatan menanam pohon di sekolah bertujuan untuk mengajari cara menanam pohon yang benar, sekaligus memberikan pengetahuan tentang pentingnya menanam pohon. Anak-anak dididik untuk tahu fungsi dan manfaat dari menanam pohon, sehingga tertanam dalam diri mereka untuk selalu melestarikan dan menjaga lingkungan sekitar mereka. Selain itu, mereka juga diajari bagaimana cara menanam pohon secara benar, bagaimana memindahkan bibit pohon ke pot, juga memupuk tanaman setelah dipindahkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *