Profil dan sejarah SMPN 13 Pekalongan
Bermula dari pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1928 mendirikan Holland Ambachtscool atau sekolah teknik pertukangan. Lokasi awal sekolah ini menempati gedung Gajah, sebuah rumah besar dengan berbagai patung hewan di Jalan Karimunan ( sekarang Jl. Salak ). Sekolah ini berdiri atas inisiasi dari catatan residen Pekalongan Johan Ernest Jasper pada tahun 1928, yang menyebutkan bahwa pelajaran yang cocok dengan karakter orang Pekalongan yang memiliki jiwa enterpreneur adalah sekolah yang disertai berolahraga , berkebun, bermain,dan berdarmawisata. Oleh karena itu sekolah barat tidak sesuai dengan karakter orang Pekalongan.
Dalam buku “Rasa Swraga Gapuraning Bumi “, bambang Adi Wahyu menceritakan,permintaan menyekolahkan terus bertambah , sehingga pihak sekolah kemudian memindahkan lokasi ke jalan Sudirman.Pada waktu itu ada tiga pengajar yaitu Mener Hilman. Soelaiman, dan Panut.
Pada masa awal pendudukan Jepang di Pekalongan pada tahun 1942 , sekolah ini sempat dibumihanguskan oleh Jepang.Namun oleh para murid peralatan teknik yang ada di sekolah itu berhasil diselamatkan ke dalam lubang perlindungan yang dibuat di sekitar halaman sekolah .
Sekolah yang memiliki luas tanah 14.835 m2 , denga luas gedung 4.246 m2 ini pernah dipakai sebagai salah satu markas tentara Jepang. Ada data di sekolah tersebut yang menyebutkan bahwa kepala sekolah pada tahun 1926 – 1954 bernama Van Leinen.
Setelah masa revolusi , sekolah ini berkembang dengan memperbanyak jurusan diantaranya Perkapalan, Listrik, dan Bangunan. Sekolah Teknik Negeri ( ST Negeri )ini berlangsung sampai tahun 1993, kemudian berubah menjadi SLTP Keterampilan sampai tahun 1994.
Pada tanggal 23 April 1994 melalui SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada saat itu Prof.Wardiman, terjadi peralihan fungsi dari SLTP Keterampilan menjadi SMP Negeri 13. Dan pada tanggal 5 Oktober 1994 Gedung SMPN 13 yang semula berada di jalan Salak berpindah ke Gedung sekarang, yakni Jl. Jenderal Sudirman No. 26 Pekalongan.
Berikut adalah nama-nama Kepala Sekolah yang pernah menjabat dari tahun 1980 sampai sekarang :
Tahun 1980 – 1985 Drs. Suharto dengan nama sekolah ST Negeri Pekalongan
Tahun 1985 – 1994 Darwoto dengan nama sekolah SLTP Keterampilan Pekalongan.
Tahun 1994 – 1997 Darmo dengan nama sekolah SLTP Keterampilan.
Semenjak tahun 1997 berubah menjadi SMP Negeri 13 Pekalongan dengan kepala Sekolah Sbb:
Tahun 1997 – 2004 Ali Sadikin,S.Pd
Tahun 2004 – 2007 Teguh Apriyanto,S.Pd.,M.Pd
Tahun 2007 – 2010 Kusnadi,S.Pd
Tahun 2010 – 2012 Warjinah,S.Pd
Tahun 2012 – 2017 Drs. Supriyono,S.H.,M.Pd
SMP N 13 Pekalongan terus berkembang baik kualitas maupun kuantitasnya. Telah menorehkan kejuaraan di berbagai cabang lomba, baik akademis maipun non akademis. Input siswa pun semakin baik demikian juga out put SMPN 13 Pekalongan banyak yang diterima di sekolah lanjutan negri ternama di kota ini. Berbagai prestasi yang telah diukir oleh siswa-siswi SMPN 13 Pekalongan semakin menempatkan posisi SMP N 13 Pekalongan ke sekolah peringkat atas , sekolah yang pantas diperhitungkan di Kota Pekalongan. Begitu juga bangunan fisik SMPN 13 yang bagian depan merupakan cagar budaya peninggalan Belanda, semakin bersolek cantik dengan menambah beberpa gedung di bagian belakang dan tidak mengubah bangunan utama sebagai cagar budaya.
Sebagai salah satu titik pantau penilaian Adipura, SMPN 13 Pekalongan juga berbenah dengan senantiasa menjaga kebersihan , ketertiban dan keindahan . Halaman yang begitu luas terlihar asri dan hijau dengan penataan taman dan beberapa pohon besar ikut menghiasai, seperti beberapa pohon beringin, pohon mangga, pohon kayu jati. Demikian juga tanaman perdu, tanaman bunga dan tanaman obat dan sayur pun ikut meramaikan indahnya halaman sekolah.